Pengertian Hipertensi
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi,
adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah di arteri meningkat secara persistens,
sehingga memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini
sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, tetapi jika tidak dikelola dengan baik,
dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ
lainnya.
Tekanan Darah Normal
Tekanan darah diukur dalam dua angka:
- Tekanan sistolik: Tekanan darah ketika jantung memompa darah (angka
atas).
- Tekanan diastolik: Tekanan darah ketika jantung beristirahat di antara
denyut (angka
bawah).
Kategori tekanan darah menurut WHO:
- Normal: 120/80 mmHg
- Pra-hipertensi: 120–139/80–89 mmHg.
- Hipertensi tahap 1: 140–159/90–99 mmHg
- Hipertensi tahap 2: ≥160/≥100 mmHg
Penyebab Hipertensi
Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder.
- Hipertensi Primer (Esensial)
- Tidak memiliki penyebab yang jelas dan berkembang seiring waktu.
- Faktor risiko meliputi usia, genetika, pola makan, stres, dan kurangnya aktivitas
fisik.
- Hipertensi Sekunder
- Disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti penyakit ginjal, gangguan hormonal, atau
penggunaan obat tertentu seperti kontrasepsi oral.
Faktor Risiko Hipertensi
Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi
adalah:
- Memiliki usia di atas 65 tahun.
- Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
- Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
- Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
- Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
- Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
- Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
- Memiliki kebiasaan merokok.
- Stres (Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara).
- Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep
apnea.
Gejala Hipertensi
Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan
beberapa gejala yang timbul, antara lain:
Sakit kepala, biasanya berdenyut dan sering
memburuk saat beraktivitas fisik.
Sesak napas, sering muncul saat beraktivitas
fisik, seperti menaiki tangga.
Nyeri dada, seperti ditekan benda berat di dada
kiri.
Mimisan, bisa terjadi saat tekanan darah naik
secara tiba-tiba.
Penglihatan kabur.
Mual dan muntah.
Jantung berdebar-debar.
Penglihatan kabur.
Cara Mencegah Hipertensi
Pola pencegahan yang dapat kita lakukan sendiri contohnya seperti:
- Olahraga teratur setidaknya mininmal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu.
Olahraga yang dapat dilakukan seperti senam aerobik, jalan atau berlari, bersepeda, serta
berenang.
- Menjaga berat badan ideal dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengatur pola makan atau
menurunkan berat badan pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas.
- Pola makan yang sehat dengan konsumsi makanan seimbang, menghindari makanan tinggi garam,
lemak jenuh dan kolesterol. Membatasi konsumsi garam tidak melebihi 1 sendok teh per hari.
Memperhatikan atau membatasi makanan cepat saji juga perlu dilakukan, karena makanan cepat
saji umumnya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi.
- Konsumsi buah – buahan segar, sayuran, ikan, serta penggunaan minyak olive juga disarankan.
Konsumsi kopi tanpa gula, teh hijau atau teh hitam juga dapat dilakukan.
- Menghindari kebiasaan merokok serta paparan terhadap asap rokok (perokok pasif).
- Menghindari konsumsi alkohol.